Alquran & Sunnah

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu

Muhammad bin Abdul Wahhab: Fitnah Nejed?

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 6, 2009

(Kritikan Ilmiah untuk Penentang Dakwah Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab)

disusun oleh:

Abu Ubaidah Yusuf As-Sidawi

 

.

semoga Allah meneguhkan hati setiap ahli tauhidSesungguhnya Alloh telah berjanji menjaga kemurnian agama-Nya, dengan membangkitkan sebagian hamba-Nya untuk berjuang membela agama dan membantah ahli bid’ah, para pengekor hawa nafsu, yang seringkali menyemarakkan agama dengan kebid’ahan dan mempermainkan dalil al-Qur’an dan as-Sunnah seperti anak kecil mempermainkan tali mainannya. Mereka memahami nash-nash dengan pemahaman yang keliru dan lucu. Hal itu karena mereka memaksakan dalil agar sesuai dengan selera hawa nafsu.

Bila anda ingin bukti, terlalu banyak, tetapi contoh berikut ini mungkin dapat mewakili.

Dalam sebuah majalah bulanan yang terbit di salah satu kota Jawa timur, seorang yang menamakan dirinya ”Masun Said Alwy” menulis sebuah artikel sekitar sepuluh halaman berjudul ”Membongkar Kedok Wahabi, Satu Dari Dua Tanduk Setan”. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Salafush Sholih | Leave a Comment »

Wawancara Eksklusif dengan Juru Bicara Brigade Al-Qassam

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada September 9, 2009

Gaza – infopalestina; -Abu Ubaidah, juru bicara Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas, menegaskan bahwa perang ‘furqon’ membuat perubahan besar di tubuh bangsa Arab dan umat Islam. Perang ini juga membentuk kesadaran dan solidaritas cukup besar dalam pemahaman perjuangan dan jihad yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dalam wawancara khusus dengan infopalestina, Abu Ubaidah mengatakan;”Perang ini telah mencetak jutaan orang baru yang simpati dengan perlawanan dan perjuangan. Saya yakin hal itu akan bisa membentuk Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Palestina | Leave a Comment »

Fenomena Alam di Madinah (Jabal Magnet)

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada September 4, 2009

Setiap jemaah umrah atau haji tentu akan penasaran untuk melihat keajaiban Gunung (Jabal) Magnet di daerah Mantiqo Baidho. Lokasi yang mengandung magnet berkuatan besar itu terletak sekitar 30 kilometer di luar Kota Madinah, Arab Saudi. Kekuatan magnet itu begitu besar sehingga mampu menarik bus yang berpenumpang.

Tarikan magnet mulai terasa ketika bus melewati beberapa gunung batu yang terlihat gersang. Laju bus mulai melambat walaupun jalan tidak menanjak. Suara mesin bus semakin terdengar menderu-deru ketika kendaraan itu pas berada di atas jalan yang ditandai garis putih. Sopir terlihat menginjak pedal gas dalam-dalam.

“Lihat Pak, sopir sudah menginjak penuh pedal gas, tetapi mobil tetap berjalan lambat karena tertarik magnet yang sangat kuat,” kata Abdul Ghani, pemandu jemaah umroh dari Khalifah Tour.

Sopir mulai menghentikan bus. Ia lalu menetralkan gigi persneling. Secara perlahan bus bergerak mundur walaupun jalan tidak menurun. Karena melaju mundur, sopir tidak lama membiarkan busnya terus melaju. Sopir lalu memasukkan lagi gigi persneling dan bus pun melaju meskipun lambat. Semakin jauh dari jalan yang ditandai garis putih, laju bus kian kencang karena tidak lagi tertarik magnet. Setelah tiba di bundaran, sopir membalikkan laju bus dan kembali ke arah Kota Madinah.

Di tempat yang ditandai garis putih, sopir kembali menghentikan busnya. Ia memberi tahu kepada seluruh jemaah bahwa ia menetralkan gigi persneling. Bus mulai bergerak maju walaupun sopir tidak memacunya. Laju bus semakin lama semakin kencang dan spidometernya menunjukkan kendaraan itu melaju sampai 120 km per jam.

Kecepatan itu diperoleh bus tanpa mendapat bantuan mesin karena gigi berada pada posisi netral. Laju bus tanpa gigi persneling itu berlangsung sepanjang empat kilometer. Di jalan sepanjang empat km itu bus tertarik magnet. Setelah melewati empat kilometer, sopir bus harus memasukkan gigi persneling karena pengaruh magnet sudah melemah.

“Kawasan ini semula akan dijadikan bandara. Namun, ketika sedang dilakukan pembangunan jalan, alat-alat berat yang akan digunakan dalam pembangunan bandara tidak mampu melewati kawasan itu sehingga pemerintah Arab Saudi membatalkan rencana pembangunan itu,” kata Abdul Ghani.

Kawasan wisata

Pemerintah Arab Saudi, menurut Abdul Ghani, lalu menjadikan kawasan itu sebagai tempat wisata andalan yang mampu menyedot jutaan jemaah dan wisatawan dari mancanegara. “Setiap hari lokasi ini selalu dikunjungi jemaah atau wisatawan yang ingin melihat keajaiban alam. Yang berkunjung ke sini bukan hanya warga asing, warga negara Saudi sendiri pun banyak yang sengaja berwisata ke Jabal Magnet,” katanya.

Kawasan Jabal Magnet bukan tempat wisata yang sejuk dan nyaman. Lokasinya dikelilingi gunung-gunung batu yang tinggi. Di kanan-kiri jalan terlihat hamparan tanah-tanah gersang yang mengering karena sangat jarang diguyuri hujan.

Magnet yang berkekuatan besar itu sampai sekarang masih misteri. Belum ada penelitian yang dapat menerangkan secara pasti fenomena alam tersebut. Pemerintah Arab Saudi juga kemungkinan enggan mengungkap rahasia Jabal Magnet itu dan sengaja membiarkan kawasan itu sebagai suatu lokasi yang menimbulkan penasaran warga dunia.

Kawasan itu kemungkinan akan tetap dipelihara sebagai tabir yang akan mengundang rasa penasaran setiap wisawatan, jemaah haji dan umroh yang mengunjungi tanah suci. Jadi, jika Anda berkunjung ke Arab Saudi jangan sampai melewatkan keajaiban Jabal Magnet.

[voa-islam/PR]

Ditulis dalam Keajaiban Alquran | Leave a Comment »

Sebuah Ikatan Yang Bathil

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada September 4, 2009

Salah satu dari konsep beracun yang menodai umat Nabi Muhammad Saw. ini adalah nasionalisme. Nasionalisme adalah konsep yang sangat berbahaya yang telah menjadi dasar emosinal para negarawan dari kalangan umat (Islam) dan membentengi mereka yang menyatakan mengimani ideologi yang sama, yaitu Islam. Umat Islam secara nasionalistik mengindetifikasikan diri mereka Bangsa Turki, Arab, Afrika, Malaysia, Indonesia, Pakistan, dan seterusnya. Hal ini tidak cukup sampai disini. Kaum muslimin masih dibagi menjadi bagian yang lebih kecil lagi. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Konspirasi Laknatullah | Leave a Comment »

Menguak Sisi Lain Bom Marriott dan Ritz Carlton

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Agustus 6, 2009

Ada banyak pertanyaan yang perlu diungkap dalam setiap aksi peledakan bom di Indonesia. Termasuk dalam bom Mariott dan Ritz Carlton pada 17 Juli lalu.

Pasca peledakan bom Marriott-Ritz Carlton, booming pemberitaan mengarah pada satu angle: Keterlibatan Jamaah Islamiyah dan jaringan Noordin M Top. Hampir semua media massa menayangkan secara berulang-ulang tentang keterkatian jaringan Noordin M Top dengan aksi bom tersebut. Termasuk mengarahkan opini bahwa basis-basis gerakan Islam seperti di Jawa Tengah adalah tempat yang at home bagi Noordin untuk berlindung dari buruan Densus 88. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Konspirasi Laknatullah | Leave a Comment »

Catatan Adian Husaini Tentang Bom Hotel Marriott

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Juli 17, 2009

Publikasi 08/08/2003 19:48 WIB eramuslim – Hari Selasa (5 Agustus 2003) siang, sekitar pukul 14.00 WIB waktu Malaysia atau pukul 13.00 WIB, saya menerima SMS dari seorang wartawan Republika di Jakarta. Isinya singkat: “Hotel JW Marriot dibom, bos Texmaco Sinivasan bunuh diri”. Ternyata, Hari Selasa itu, sekitar pukul 12.44 WIB, Hotel JW Marriot memang dibom. Televisi Malaysia yang biasanya sangat jarang menyiarkan berita tentang Indonesia, kali ini menjadikan berita itu sebagai headline. Malamnya, TV3 menyiarkan laporan perkembangan berita itu secara langsung dari Jakarta, merelay pemberitaan salah satu TV swasta di Indonesia. Televisi dan media massa di KL selalu memberitakan, bahwa hotel itu adalah milik Amerika, dan media massa sudah menggiring bahwa pelaku dari pengeboman itu adalah Jamaah Islamiyah (JI). Hingga hari Kamis esoknya, arah pemberitaan media massa di Indonesia pun sudah tertuju kepada JI sebagai pelaku pengeboman itu. Pengeboman itu segera mendapatkan liputan luas di dunia internasional dan memancing kecaman-kecaman dari dunia internasional: Australia, AS, Filipina, dan sebagainya. Bahkan, kemudian, banyak negara menawarkan bantuan untuk membantu Polri menyelidiki pengeboman itu. Marilah kita telaah kasus ini, dari perspektif problematika yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini, dan dampaknya bagi umat Islam secara keseluruhan. Pada siang hari Rabu itu, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Basyir Achmad Barmawi dan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Prasetyo mengungkapkan, bahwa kawasan Kuningan, tempat Hotel JW Marriott berada, merupakan salah satu dari 56 sasaran bom oleh Jemaah Islamiyah (JI), seperti yang tercantum dalam dokumen JI yang ditemukan di Semarang beberapa waktu lalu, meskipun dalam dokumen JI, tidak disebutkan secara rinci nama Hotel JW Marriott. Namun, polisi belum menyebutkan secara jelas bahwa JI berada di balik teror di Marriott karena itu Yang menarik, Kamis (7 Agustus 2003) pagi, Kompas sudah memberitakan, bahwa Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer menyatakan, bom di Jakarta berkaitan dengan Jemaah Islamiyah. Downer mengingatkan kemungkinan serangan baru oleh kelompok militan yang berkaitan dengan Al Qaeda. Downer juga mengatakan kepada wartawan agar warga negara Australia memperhatikan larangan bepergian ke Indonesia dengan serius. Menurut Kompas, sehubungan dengan bom tersebut, seorang operator JI yang tidak diketahui namanya menyebutkan kepada surat kabar Singapura, The Straits Times, bahwa ledakan bom di Hotel JW Marriott itu sebagai “peringatan berdarah” kepada Presiden Megawati Soekarnoputri. Operator JI itu menyatakan, bom yang menewaskan 10 orang itu sebagai, “Pesan untuk dia (Presiden Megawati) dan seluruh musuh kami. Apabila mereka mengeksekusi saudara-saudara Muslim kami, kami akan terus melancarkan kampanye teror di Indonesia dan di kawasan ini”. Polisi sendiri tetap berpegang kepada fakta-fakta di lapangan. Cobalah kita analisis berita Kompas dan The Straits Times itu. Dari sudut jurnalistik, berita itu sebenarnya berita sampah dan tidak layak muat. Terlepas dari siapa pun yang melakukannya, kita perlu mengkritisi, kemana berita ini akan digiring. Sumber berita The Straits Times, itu adalah “seorang operator JI yang tidak diketahui namanya”. Inilah anehnya. Bagaimana diketahui bahwa sumber berita itu adalah “seorang operator JI”? Berita-berita model seperti ini yang mengarahkan pelaku terror kepada umat Islam – sebelum ada bukti yang jelas — sering terjadi. Biasanya, disebutkan, bahwa pelaku terror menghubungi lewat telepon, atau mengirimkan faksimili yang tidak disebutkan identitas pengirimnya. Bayangkan, bagaimana jika setelah bom Mariot itu meletus, lalu ada seorang yang mengaku sebagai kader Golkar, dan tidak menyebutkan namanya, mengaku bahwa dialah pelakunya. Apakah media massa boleh menyiarkan berita, bahwa “seorang yang mengaku sebagai kader Golkar telah mengaku melakukan pengeboman itu”. Tugas media massa adalah melakukan klarifikasi atau cek dan ricek terhadap setiap berita yang diterimanya. Jika berita itu meragukan sumbernya, maka seyogyanya, berita itu tidak dimuat. Kita tidak tahu, mengapa Kompas memuat berita dari The Straits Times itu. Mengapa bagian dari berita itu sangat perlu kita soroti? Sebab, isi berita itu sangat berbahaya. Yaitu, ingin mengadu domba antara Jamaah Islamiyah dengan Megawati. Simaklah kembali pesan orang tidak bernama itu yang ditulis sebagai operator JI: “Pesan untuk dia (Presiden Megawati) dan seluruh musuh kami. Apabila mereka mengeksekusi saudara-saudara Muslim kami, kami akan terus melancarkan kampanye teror di Indonesia dan di kawasan ini.” Pesan itu dengan sangat jelas menyatakan, bahwa Megawati adalah musuh Islam dan telah mengeksekusi saudara-saudara Muslim. Terlepas kita kritis terhadap ideology Megawati, tetapi kita perlu fair bertanya, dimana Megawati mengeksekusi kaum Muslim? Megawati bukanlah Ariel Sharon. Redaksi itu kelihatannya dibuat dengan muatan pesan yang sangat canggih, bahwa Jamaah Islamiyah dan kelompok-kelompok militan Islam adalah musuh Megawati, musuh TNI, dan bukan hanya musuh Amerika, Israel, Singapura, atau Australia. Kita perlu melakukan kilas balik sejarah untuk memahami canggihnya pesan singkat itu. Sejak meletus Tragedi WTC, 11 September 2001, AS menggemakan satu politik baru di dunia internasional: yaitu Perang melawan terorisme. Lalu, dibuatlah daftar teroris yang harus diperangi. Yang paling utama adalah al-Qaeda pimpinan Osama bin Laden. Dunia dibagi dua oleh Presiden George W. Bush: poros kebaikan dan poros setan. Kata-kata George W. Bush yang terkenal adalah: “You are with us or you are with the terrorist.” Tidak ada kata abu-abu. Ketika itu, Indonesia masih enggan mausk barisan AS dalam menggempur teroris versi AS. Bahkan, ketika AS menyerang Afghanistan, Indonesia termasuk yang gencar mengkritik. Bahkan, soal JI dan seterusnya, Indonesia masih belum bertindak. Meskipun majalah Time sudah berkali-kali membuat laporan tentang aktivitas JI di Indonesia, dan mengangkat soal Abubakar Baasyir, Indonesia belum mengambil tindakan apa-apa. Wapres Hamzah Haz malah bertemu dengan Abu Bakar Ba’asyir, dan juga Habib Riziq Shihab dan Ja’far Umar Thalib. Titik balik semua itu adalah kasus Bom Bali, 12 Oktober 2002. Apalagi, setelah tertangkapnya Imam Samudera dan kawan-kawan yang mengaku sebagai JI dan mengakui keterlibatan mereka dalam kasus bom Bali. Kini, belum reda kasus Bom Bali, pengadilannya masih berlangsung, meletus lagi kasus Marriot. Dalam sebuah pertemuan sejumlah pimpinan Ormas Islam dengan Menkopolkam Susilo Bambang Yudhoyono, saya pernah sampaikan kekhawatiran, bahwa terror bom akan meledak di Jakarta, setelah bom Bali, jika respon yang diambil pemerintah RI terhadap kasus Bom Bali, masih dianggap “belum memadai”. Ini jika kita membayangkan, adanya satu “teori konspirasi” bahwa bom Bali bukanlah murni agenda Imam Samudera dan kawan-kawan,tetapi ada agenda-agenda asing lain di Indonesia. Teori konspirasi ini memang sangat sulit dibuktikan, meskipun bisa diraba dan dirasakan. Ketika kasus Marriot itu terjadi, saya berpikir, mengapa Marriot yang dipilih? Apakah karena Marriot milik Amerika? Saya dua kali menghadiri acara makan siang atas undangan seorang diplomat dari satu negara Islam di Hotel itu. Hotel bintang lima itu memang sangat indah dan cukup ramai. Sekali waktu, untuk makan siang saja, harus antre dan tidak kebagian tempat, sehingga harus pindah ke tempat lain. Banyak diplomat asing berkumpul di saat jam makan siang. Mungkin karena itu, maka pihak pengebom memilih pukul 12.44 sebagai saat pengeboman. Pesan yang ingin disampaikan, tentu, agar aksi mereka mendapatkan perhatian yang luas di dunia internasional, sebab korbannya pun bukan hanya orang Indonesia. Mungkin mereka tahu, pemerintah Indonesia akan lebih responsif jika yang mati rakyatnya sendiri. Tujuan mereka cukup tercapai. Kini, pihak internasional sudah memberikan perhatian besar, dan meminta agar pelaku bom Mariot itu segera dibongkar. Kembali ke pesan orang JI yang tidak dikenal yang dikutip The Starit Times tadi. Jika – sekali lagi jika – bom Bali dan bom Mariot adalah bagian dari konspirasi kepentingan politik global, maka analisis perlu dibuat secara lebih luas, bahwa kasus ini sudah dirancang dengan sangat canggih, termasuk dampak social politiknya. Kita perlu paham, bahwa yang paling ditakuti pihak AS, Israel, dan sebagainya, pasca Perang Dingin, adalah kelompok-kelompok yang mereka sebut sebagai “Islam militan”, “Islam fundamentalis”, “Islam radikal”, dan sebagainya. Dalam scenario berdasarkan teori konspirasi ini, maka JI adalah pintu masuk untuk menggulung kelompok-kelompok yang sudah dicap militan itu. Karena itulah, begitu terjadi kasus bom Mariot, Menlu Australia Alexander Downer, tidak lupa menyisipkan sebutan “militan” dalam ucapannya. Dia katakan adanya kemungkinan serangan baru oleh elompok militan yang berkaitan dengan Al Qaeda. Mungkin, pembuat skenario bom Bali belum merasa puas dengan hasilnya, dimana kelompok-kelompok yang dianggap militan Islam atau radikal Islam belum ditumpas habis. Untuk memperjelas masalah ini, ada baiknya kita simak ucapan Menteri senior Singapura Lee Kuan Yew beberapa waktu lalu. Ketika itu, awal Juni 2002, Lee Kuan Yewn membuat beberapa pernyataan penting: (1) Indonesia dalah sarang Islam militan (2) Muslim Militan di Asia Tenggara sedang berkomplot menggulingkan pemerintah (3) Mendesak AS agar membantu militer Indonesia, karena hanya militer yang dapat menumpas Muslim militan. (Lihat: Koran Tempo, 2 Juni 2002, Media Indonesia, 3 Juni 2002). Pada bulan Februari 2002, Lee Kuan Yew menyatakan, bahwa Singapura masih merasa terancam oleh sel-sel ekstrim teroris yang berkeliaran di Indonesia. Posisi Singapura yang terjepit oleh Indonesia dan Malaysia, mungkin menyebabkan negara ini mengalami paranoid, bahwa kalau Islam militan yang memegang kekuasaan di Indonesia, atau mereka dibiarkan bebas, maka mereka tidak dapat tidur nyenyak. Karena itulah, Lee Kuan Yew sangat berkepentingan dengan perkembangan politik Indonesia. Pada tahun 1998, Lee Kuan Yew juga mengingatkan Indonesia, agar jangan salah memilih wakil Presiden. Kata Lee, “Pasar uang akan bereaksi sangat negatif kalau sampai Indonesia memilih orang yang salah untuk menjadi wakil presiden.” Pernyataan Lee itu mengarah pada figur Habibie. (Gatra, 21/2/1998). Kita tahu, bahwa para tokoh politik asing itu tidak pernah mendefinisikan secara jelas, siapakah yang disebut “militan.” Apa definisi militan. Istilah ini sudah digunakan secara serampangan untuk menunjuk kaum Muslim yang tidak disukai Barat. Biasanya, istilah ini diperlebarkan, kepada orang-orang Muslim yang ingin memperjuangkan syariat Islam. Sekarang, perang melawan Islam militan atau fundamentalis sudah identik dengan perang melawan terorisme. Sebab, media massa banyak yang sengaja mengaburkan kedua istilah tersebut. Sebagai contoh, Harian Kompas (31 Januari 2002) dalam berita yang diberi judul “AS Mulai Perang Terorisme di Filipina”, ditulis kata-kata sebagai berikut: “Pasukan Amerika Serikat (AS) membuka front baru dalam memerangi terorisme. Kamis (31/1), mereka mulai menggelar operasi yang dirancang untuk memberi pelatihan memerangi kelompok militan.” Jadi, kita bertanya, yang diperangi oleh AS itu “teroris” atau “militan”? Dalam “Catatan Pinggirnya” di Majalah Tempo, 27 Januari 2002, Gunawan Muhammad menutup tulisannya: “Fundamentalisme memang aneh dan keras dan menakutkan: ia mendasarkan diri pada perbedaan, tetapi pada gilirannya membunuh perbedaan.” Di Majalah Newsweek, Special Davos Edition, December 2001-February 2002, Francis Fukuyama mencatat: “Radical Islamist, intolerant of all diversity and dissent, have become the fascists of our day. That is what we are fighting against.” Sementara Jaringan Islam Liberal, dalam situsnya, www.islamlib.com, mencatat: Kekhawatiran akan bangkitnya “ekstremisme” dan “fundamentalisme” agama sempat membuat banyak orang khawatir akhir-akhir ini. Kita sudah melihat, bahwa dalam perang melawan terorisme, AS bukan hanya memerangi kelompok bersenjata Islam tetapi juga memerangi pendidikan Islam. Karena itulah, AS meminta agar kurikulum pendidikan Islam di Arab Saudi diubah, karena dianggap menyumbang pada radikalisme. Karena ituah, kelompok seperti Islam Liberal, menyambut trend itu dengan ikut memojokkan kaum militan, dengan menyatakan: “pandangan-pandangan keagamaan yang militan biasanya menimbulkan ketegangan antar kelompok-kelompok agama yang ada, sebut saja antara Islam dan Kristen..Pandangan-pandangan keagamaan yang terbuka, plural, dan humanis adalah salah satu nilai-nilai pokok yang mendasari suatu kehidupan yang demokratis.” Jadi, jika kita tarik dari pernyataan Lee Kuan Yew, Downer, dan sebagainya, kita perlu merenungkan dengan mendalam, apakah bom-bom Bali, Marriot, atau entah bom mana lagi, ada hubungannya dengan agenda besar Barat menumpas “militan Islam” dengan menggunakan tangan bangsa Indonesia sendiri? Ini pernah terjadi pada kasus adu domba antara Laskar Jihad dengan PDIP di Ngawi, Ramadhan 1423 H. Kasus tuduhan pembunuhan terhadap Megawati oleh JI. Juga, dalam berita The Straits Times dan Kompas tentang Bom Mariot itu. Benarkah? Wallahu a’lam. Analisis ini bukan untuk membela apakah JI pelaku bom Mariot atau tidak? Yang penting, kasus ini harusnya menjadi pelajaran, semua komponen bangsa untuk mawas diri, dan segera merumuskan agenda bangsa sendiri, serta menentukan strategi dan cara membangkitkan bangsa yang sedang dalam kondisi kritis ini. Agenda bangsa ini sangat besar, dan perlu dirumuskan dengan seksama. Membongkar pelaku pengeboman Hotel Marriot adalah penting, namun, media massa harusnya juga bersikap adil, bahwa pembebasan utang luar negeri yang zalim yang besarnya mencapai Rp 1200 trilyun, juga sangat penting. Karena, utang itu secara tidak langsung telah membunuh jutaan rakyat kita, memiskinkan mereka, merampas hak pendidikan dan kesehatan mereka. Sebab, hak rakyat Indonesia untuk menikmati hasil kekayaan alam, dirampas untuk membayarkan utang yang bukan dibuat mereka dan sekitar Rp 300 trilyun diantaranya diduga kuat dikorup. Belum lagi soal agenda kehancuran moral bangsa yang parah. Semua itu perlu dipikirkan, agar kita jangan dikelabui bahwa tidak ada masalah yang lebih penting bagi bangsa ini kecuali membahas Imam Samudera dan Marriot. Jika sudah memahami posisi dan aganda kita, maka Insya Allah, kita akan mampu berjalan pada rel yang benar. Mudah-mudahan Bom Mariot tidak membuat lupa akan utang trilyunan rupiah para konglomerat hitam, pelarian uang rakyat ke luar negeri, kasus penjualan Indosat, pencurian ikan, dan sebagainya. Wallahu a’lam.

Ditulis dalam Konspirasi Laknatullah | Leave a Comment »

KEANEHAN BOM MARRIOTT

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Juli 17, 2009

Pelakunya warga Amerika atau Israel yang menguasai bom nonkonvensional. Itu analisis Joe Vialls, ahli masalah peledakan dari Australia.
Jakarta CCTV Proves Bush & Howard Lying About “Muslim Terrorists”
Teror bom tampaknya tak akan segera berakhir menghantui Indonesia.. Setelah meledaknya bom di hotel J.W. Marriott (5/8), sejumlah pejabat yang membidangi masalah keamanan – terutama Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono dan Menhan Matori Abdul Djalil — mengungkapkan bahwa ledakan yang lebih besar akan terjadi tepat pada saat peringatan hari Proklamasi Kemerdekaan RI (17/8). Tapi, ramalan itu tidak terbukti, karena bom hanya meledak di kawasan konflik Nanggroe Aceh Darussalam, dan itu dianggap sebagai hal yang lumrah. Korban di Tanah rencong sungguh tak dihitung dan dipedulikan betul oleh pemerintahan Megawati. Para petinggi yang sudah berhasil “meneror” rakyatnya sendiri dalam memperingati kemerdekaan ke-58 tahun, tak berkomentar apapun. Tak ada penjelasan, tak ada kata maaf, seperti biasanya. Namun, rakyat semakin tak yakin bahwa kedamaian dan ketenangan akan segera terwujud.

Bom Marriott adalah contoh yang bagus, betapa sebuah rekayasa ketakutan massal selalu mengandung celah kejanggalan. Tak ada yang sempurna dari sebuah operasi yang memiliki target tertentu, dan dilakukan bertubi-tubi, dengan ukuran keberhasilan yang tidak jelas. Itu hanya manifestasi kebijakan penguasa yang merasa terancam, apabila kebohongannya terungkap. Upaya menangkis suara kritis media yang melakukan investigasi intensif, dan analisis para pengamat yang tak mudah ditipu dengan dengan operasi penyesatan.

Salah seorang pengamat yang secara konsisten menentang “kampanye perang terhadap terorisme internasional” yang digencarkan sepihak oleh pemerintah Amerika Serikat adalah Joe Vialls, ahli masalah peledakan dari Australia. Dalam situs pribadinya yang dapat diakses masyarakat di seluruh dunia, Vialls mengungkapkan sejumlah fakta lapangan (hard facts) yang tak terbantahkan dan sekaligus tak terjelaskan. Pendapat PM Australia John Howard dan Presiden AS George W. Bush tergesa-gesa menuding pelaku bom Marriott adalah kelompok “Jemaah Islamiyah” disanggah Vialls habis-habisan. Dengan analisis yang tajam dan bukti-bukti kuat (strong evidents) lebih dari cukup, Vialls berkesimpulan sebaliknya, pelakunya adalah warga Amerika atau Israel yang menguasai bom nonkonvensional.

Jika dalam peristiwa bom Bali (12 Oktober 2002), Vialls berkesimpulan bahwa bom di depan Sari Club berbeda dengan bom yang meledak di Paddy’s Bar, yakni jenis special atomic demolition munition (SADM) – atau lebih dikenal dengan nama “bom nuklir mini” (micro nuke). Simpulan Vialls tentu saja menggegerkan dunia dan menggelisahkan petinggi AS dan Australia yang mengklaim paling berkepentingan dalam menangkal terorisme di dunia dan kawasan Asia Pasifik. Maka, dalam kasus bom Marriott, Vialls menyanggah keterangan Polri – yang didukung penuh oleh Polisi Federal Australia (AFP) dan Biro Investigasi Federal AS (FBI), bahwa bom itu diledakkan seorang operator yang mengendarai mobil Toyoto kijang di depan lobi hotel. Sebuah tipuan jitu untuk membenarkan asosiasi publik, bahwa modus yang sama persis dengan peledakan bom Bali. Namun Vialls membantahnya sekeras mungkin.

Pertama, secara teliti Vialls mengamati bahwa lobang yang terbentuk akibat di lantai lobi setebal 30 sentimeter itu membuktikan bahwa bom dipasang di basement, persis menempel di langit-langitnya. Mungkin saja ada bom di dalam mobil, juga bensin dalam jirigen, tapi itu bukan penyebab lobang besar, karena bahan potasium yang disebut Polri seberat 300 kilogram tak mungkin menimbulkan efek sekuat itu. Bahkan, jika dilontarkan dari udara sekalipun, misalnya menggunakan pesawat tempur atau helikopter, maka lantai beton dan aspal itu belum tentu tembus. Jadi, siapa yang bisa memasang sebuah bom berkekuatan tinggi di sebuah hotel yang memiliki tingkat security paling ketat di Ibukota Jakarta itu? Temuan yang menarik dari Vialls itu perlu ditelusuri dan diuji oleh Polri, jika simpulan aparat tidak ingin ditertawakan oleh para ahli peledakan sedunia. Kebodohan kita hari ini akan menimbulkan penyesalan sepuluh atau duapuluh tahun yang akan datang, ketika rezim kekuasaan berubah dan semua kebohongan terbongkar dengan sendirinya, setidaknya lewat sinyal yang telan dikemukakan Vialls.

Kedua, Vialls amat terkesan dengan rekaman gambar yang disiarkan luas oleh media internasional, bahwa asap putih membumbung tinggi beberapa saat setelah ledakan. Bagi Vialls, dan semua ahli peledakan pasti menyetujuinya, bom berbahan potasium-parafin-TNT yang disebut Polri tidak akan menimbulkan efek semacam itu. Mestinya, kalau keterangan Polri bisa dipercaya (seperti teori bom potasium seberat 1000 kilo yang diledakkan Amrozi cs), efek yang muncul adalah warna hitam kotor yang menyebar secara horizontal. Padahal, yang terjadi justru asap putih menjulang ke atas secara vertikal. Inilah bukti kekuasaan Tuhan yang tidak bisa diakali. Bom dan pelakunya sudah pasti mudah direkayasa, tapi efek dari peledakan dengan bahan tertentu tak ada yang bisa mengakali sesuai dengan keinginannya. Sunnatullah berlaku pada semua peristiwa, tak ada yang luput atau menyimpang. Bahkan, para perekayasa ulung pun harus menaati Sunnatullah, jika rahasianya tidak ingin terbongkar.

Ketiga, Vialls menyaksikan – dan mestinya kita juga membuktikan hal yang sama jika secermat dia – bahwa kaca-kaca lobi yang pecah, ujung serpihannya yang tersisa menjorok keluar. Hal itu tampak jelas ketiga aparat polisi mengumpulkan bukti yang tercecer dan membersihkan puing yang tak perlu. Karena itu asal ledakan, menurut Vialls, kemungkinan besar dari dalam lobi, dimana bom diletakkan di langit-langit basement. Vialls menjadi lebih yakin, tatkala efek ledakan menimbulkan kerusakan kaca jendela apartemen di depan hotel. Bom itu cukup dahsyat, meskipun kekuatannya masih dibawah bom Sari Club, terbukti dari jendela di lantai 25 apartemen ikut rusak.

Sekali lagi, siapa yang memasang bom di langit-langit basement agak menjorok ke dalam lobi, dalam simpulan Vialls? Pertanyaan itu mungkin tidak akan terjawab dalam waktu dekat sebagaimana teka-teki masih menyelimuti bom Bali: mengapa ada kapal asing berbendera Amerika merapat di Bali beberapa hari sebelum ledakan, mengapa banyak tentara Australia yang berada di lokasi dan menjadi korban ledakan tapi segera dievakuasi tanpa visum seperlunya, mengapa saksi-saksi kunci warga Indonesia dibiarkan meninggal terlantar di Australia tanpa pemeriksaan awal dan visum juga? Semakin banyak kecurigaan publik tak berjawab, semakin paranoid para mastermind untuk menimbulkan kekerasan baru. Inilah spiral kekerasan yang akhirnya akan menjerat para pelaku dengan sendirinya, bukan cuma anak muda lugu dan terlalu bersemangat yang dikorbankan.

Keempat, Vialls mendapatkan informasi kunci dari salah seorang manajer hotel yang merasakan keanehan, karena beberapa jam sebelum ledakan para penghuni hotel dan pengunjung berkebangsaan Amerika telah dievakuasi, setidaknya diberi peringatan dini (early warning). Sehingga tak aneh, apabila korban ledakan yang tewas dan luka-luka mayoritas pribumi, hanya seorang warga Belanda yang nahas di hari itu. Padahal, hotel Marriott dikenal sebagai tempat menginap dan rendevouz para ekspatriat. Apakah tak terasa aneh bin ajaib, manakala bom yang meledak di jam makan siang paling sibuk di sebuah hotel langganan warga Amerika, ternyata malah menimbulkan korban warga Belanda dan warga pribumi dari kelas bawah (sopir taksi, satpam, karyawan dan sebagainya)?

Informasi yang didapat Vialls terkonfirmasi dengan keterangan yang diperoleh wartawan dari seorang petugas hotel yang kebingungan: mengapa Kedubes AS membatalkan pemesanan 20 kamar beberapa jam sebelum ledakan? Padahal, acara resmi kedubes sebenarnya akan diadakan beberapa jam setelah ledakan, yakni keesokan harinya. Pertanyaan yang sangat sensitif ini sudah pasti dibantah kedubes AS, sebagaimana pihak kedubes Australia tak merasa perlu menjelaskan: mengapa aparat penyidiknya telah berada di lokasi pada jam-jam pertama setelah ledakan? Sehingga PM Howard dapat memberi konperensi pers yang detail dan valid, meskipun sedang berkunjung di sebuah wilayah terpencil di Cape York, Australia.

Cukuplah analisis Vialls menggagalkan skenario ketakutan dan perlawanan massal terhadap “teroris musuh AS dan sekutunya”. Terlalu banyak keanehan dan kejanggalan yang tak bisa disembunyikan otak perencananya. Sebenarnya dengan meniru kecermatan dan keingintahuan tak terbatas yang dimiliki Joe Vialls, maka kita dapat membuka sebagian tabir yang menutupi jejak “para teroris yang sebenarnya”. Kita perlu mencermati ulang kasus bom Marriott dari sisi: waktu dan lokasi peledakan, serta identifikasi pelaku dan motifnya (lihat Tabel). Dari sanalah terkuak manipulasi fakta dan pencitraan buruk yang berlapis-lapis terhadap kelompok Islam.

Waktu peledakan: terjadi dua hari menjelang vonis persidangan bom Bali atas terdakwa Amrozi dan pembacaan tuntutan terhadap Abu Bakar Ba’asyir. Anak muda Lamongan itu dihukum mati, tapi malah tersenyum dan mengcungkan dua jempol kepada hakim dan para pengunjung yang penuh emosi – sebagian besar bule. Semua terdakwa bom Bali dalam pemeriksaan telah mementahkan skenario yang ingin mengaitkan tindakan mereka dengan sikap politik Ba’asyir, yang dituding sebagai Ketua “Jemaah Islamiyah” (JI) dan pelaku makar terhadap Presiden Megawati. Pemilihan waktu yang tendensius, namun tak “secantik” perancang bom Bali (12 Oktober 2002) yang menetapkan aksinya persis “1 tahun 1 bulan 1 hari” pasca penyerangan terhadap gedung World Trade Centre (11 September 2001). Kesan yang ingin dimunculkan ialah perencana kedua peristiwa peledakan itu sama dan pelakunya berasal dari satu kelompok, dengan target serupa.

Lokasi peledakan: Marriott dikenal sebagai jaringan hotel milik warga AS keturunan Yahudi. Tapi, sesungguhnya di Indonesia merupakan franchise yang dimiliki warga keturunan Cina. Jadi yang dirugikan bukan AS, melainkan warga pribumi. Yang jadi korban juga kebanyakan warga pribumi, sementara warga AS dan sebagian ekspatrait luput karena sudah diberi peringatan dini. Berbeda dengan bom Bali, dimana parlemen Taiwan sempat protes kepada pemerintahnya sendiri, karena informasi dini tentang insiden itu yang diperoleh dari pemerintah AS tak disebarkan kepada warganya. Sehingga jatuhlah korban, termasuk warga Taiwan, yang tidak berdosa. Protes serupa juga dilakukan parlemen Inggris terhadap PM Tony Blair yang hanya melayani kampanye perang Bush, tapi mengabaikan kepentingan esensial warga Inggris. Pemerintah Indonesia, menurut salah seorang perwira Polri, kabarnya mengetahui akan terjadi ledakan beberapa pekan sebelumnya lewat penyadapan email dan SMS. Tapi, keterangan itu dibantah oleh perwira Polri yang lain. Sepertinya ada yang korslet.

Mayoritas korban bom Bali adalah warga Australia dan asing, sehingga menyita perhatian internasional. Apalagi bom Bali terjadi di Jalan Legian, pantai Kuta yang menjadi pusat kunjungan para turis mancanegara. Pemilihan lokasi yang seperti itu mirip insiden di kota Luxor, Mesir tahun 1997 yang diotaki agen Mossad Israel, dengan menjebak operator (dumb agent) anggota “Gamaah Islamiyah” (GI Mesir). Sedangkan mayoritas korban bom Marriott adalah pribumi, dengan maksud untuk menimbulkan “kebencian publik” terhadap teroris yang diburu Amerika dan sekutunya. Karena selama ini pemerintah Indonesia dianggap lembek terhadap “kelompok yang dituding teroris” (lalu diberi cap JI), demikian pula warga Indonesia terkesan toleran dan tak ambil peduli.

Pelaku peledakan: Dalam dua hari, atau 2 kali 24 jam, setelah peledakan, Polri menyatakan pelaku bom Marriott adalah Asmar Latin Sani, yang tewas bersama bom potasium bawaannya. Gubernur Sutiyoso malah berani menyebutnya sebagai “bom bunuh diri” untuk mendramatisasi keadaan. Tidak tanggung-tanggung, bukti bahwa Asmar pelakunya ditunjukkan dengan sepotong kepala yang tercecer di lantai 5 hotel, dan ditemukan sendiri oleh Kapolda Makbul Padmanegara. Dalam konteks ini, Presiden Mega patut memberi tanda jasa kepada Kapolda Makbul, karena menemukan sendiri kepala sang tersangka, sedangkan puluhan aparat penyidik lainnya perlu dipertanyakan apa saja yang mereka kerjakan di lokasi, sehingga luput melihat sepotong kepala – bukti yang istimewa!

Coba bayangkan jika teori polisi itu benar, kepala Asmar copot dari tubuhnya di lantai lobi, lalu menembus kap mobil dan atap lobi yang cukup tebal, hingga akhirnya memecahkan kaca jendela. Sungguh kuat batok kepala Asmar, sehingga tidak hancur menghantam berbagai penghalang itu, bahkan wajahnya seperti disiarkan media massa masih cukup jelas terlihat ciri-ciri utamanya. Ini benar-benar sebuah “keberuntungan” bagi Polri, seperti juga dulu menemukan nomor mesin (chasis) mobil yang hancur dalam bom Bali. Padahal, bom berkekuatan apakah yang mampu melontarkan benda keras setinggi lebih dari 20 meter? Kalau dulu I Made Mangku Pastika mendapat penghargaan internasional berkat hasil penyidikannya, maka sekarang giliran Kapolda Makbul patut dihargai karena menemukan kepala sang tersangka!

Ironisnya, setinggi apapun prestasi polisi domestik tak bakalan melewati kesigapan CIA atau FBI, bahkan dibandingkan polisi Thailand dan negara tetangga masih jauh tertinggal. Buktinya, selang 10 hari setelah meledaknya bom Marriott, justru Encep Nurjaman alias Hambali dicokok di Thailand. Setelah diinterogasi secukupnya, Hambali yang diyakini intelejen lintas negara sebagai pemuka JI dan penghubung Osamah bin Ladin (Al Qaidah) di Asia Tenggara, malah diserahkan ke CIA untuk disekap di Guantanamo, Kuba. Lihatlah, setelah berbulan-bulan didera tekanan domestik dan asing, Polri cuma berhasil mengelandang Amrozi, Ali Ghufron, dan Ali Imron – trio dari Tenggulun – serta Imam Samudera dan Asmar cs.

Sementara buronan kelas kakap semisal Omar al Faruq dan Hambali disergap langsung oleh CIA, sedang Polri dan BIN hanya jadi fasilitator atau informan belaka. Itu artinya seluruh proses penyidikan sangat bergantung pada hasil investigasi – dan interogasi, persuasif atau intimidatif! – yang dilakukan intelejen asing! Polri dan BIN hanya mencari muatan lokal dari skenario global yang sudah dipatenkan CIA.

Lebih tragis lagi, bahkan bendahara atau pemasok dana operasi JI justru ditangkap oleh aparat pemerintah Malaysia (Wan Min Wan Mat cs), dan konon kunci penghubung JI dengan Abu Bakar Ba’asyir disergap di Singapura (Abi Bakar Bafana cs). Polri hanya bisa memeriksa mereka di ruang tahanan negeri jiran, dan membukti hasil pemeriksaan melalui telekonperensi dalam persidangan. Untungnya, kemungkinan proposal yang disodorkan Presiden Gloria Arroyo dari Filipina, agar melibatkan pelarian Fathurrahman al Ghozi tidak terjadi. Atau, jangan-jangan masih ada skenario yang disimpan, bila efek bom Mariott tetap mengecewakan pesan sponsornya.

Motif peledakan: Polri mengungkapkan kemungkinan balas dendam pelaku bom Marriott atas vonis mati bagi para terdakwa peledakan bom Bali. Uniknya tak ada nuansa dendam di wajah Amrozi yang seperti biasa menerima vonis dengan tawa lepasnya. Begitu juga, Ali Imron – yang berpenampilan aneh-aneh selama persidangan dan mengakui sedang menerapkan ilmu intelejen! – malah menyesal atas perbuatannya. Sikap Ali Imron mendapat cemoohan dan komentar pedas dari saudara-saudaranya sendiri. Pelaku bom Bali tampak betul tak kompak, tak ada motif ideologis yang genuine membuktikan bahwa mereka bersatu dalam sebuah organisasi yang solid. Yang tersisa hanya teriakan takbir dan argumen jihad yang dibuat-buat, karena tak sesuai dengan konteks peristiwa yang sedang mereka hadapi. Tak ada satupun individu atau organisasi Islam yang memberi dukungan moral atas nasib mereka, kecuali keprihatinan bahwa anak-anak muda itu hanya jadi “kambing hitam” dari sebuah skenario gelap lintas negara.

Sebagai bukti mencolok bahwa kegiatan keislaman tidak terganggu dan tidak berhubungan sama sekali dengan ulah pelaku bom Bali adalah aksi protes Laskar FPI (Front Pembela Islam) terhadap tindakan terorisme. Mereka turut menentang kekejian pelaku bom Marriott. Beberapa hari kemudian Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) menggelar kongres nasional yang kedua di kota Solo. Mereka juga mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan individu atau negara, dan menolak penerapan syariat Islam dengan jalan teror. Semua pesan itu tertangkap jelas lewat sorotan media massa, tapi dunia sudah kadung apriori dengan kelompok “radikal Islam” – julukan pihak Barat untuk kelompok yang ditidak mereka sukai — seperti FPI atau MMI. Kalau organisasi “JI” itu benar-benar eksis dan solid, maka mereka pasti akan menyerang sasaran dengan motif yang jelas dan tidak bias seperti kantor kedubes AS atau Australia, juga memilih target-target spesifik yang tidak melibatkan korban sipil tak berdosa.

Rangkaian peristiwa bom Bali dan bom Marriott mengaburkan segala motif ideologis. Itu bukan pesan teror untuk Amerika dan sekutunya, melainkan untuk pemerintah Indonesia semata: Anda mau mengikuti skenario perang global melawan terorisme “Islam”, atau kami yang memaksa Anda mengikutinya? Bahasa preman Al Capone sedang dipakai oleh Presiden Bush untuk menekan Mega dan kabinetnya yang lemah. Karena itulah tiba-tiba Menhan Matori mengusulkan penerapan ISA (Internal Security Act) di Indonesia secepat mungkin. Menko Susilo segera menyambutnya, tapi memasukkan proposal itu ke lacinya, setelah mendapat serangan gencar dari anggota DPR, pemuka Islam dan aktivis HAM. Lalu, Menkeham Yusril Ihza Mahendra merencanakan revisi UU Antitrorisme sebagai jalan kompromi. Sementara Polri melakukan penangkapan besar-besaran terhadap anggota “JI” di berbagai kota – termasuk mengkait-kaitkan aktivis Mer-C (Medical Emergency Rescue Committee) yang diakui perannya dalam penanganan korban konflik Maluku dan Poso.

Jika semua “setoran politik” itu belum dianggap cukup, maka teror bom (atau ada lagi modus yang lain?) akan merebak kembali, tanpa ada yang bisa mencegahnya.
Penulis:Sapto Waluyo Tim Saksi

http://swaramuslim.net/more.php?id=645_0_1_0_M

Ditulis dalam Konspirasi Laknatullah | Leave a Comment »

Kami datang kembali

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Juli 16, 2009

Assalamuallaikum,….

Pada tanggal 3 July 2009 Group MUJAHID INDONESIA telah di hapus oleh admin FB, dengan anggota kurang lebih 3.870 orang.
Marilah kita mulai dari baru. Dan Insya Allah perjuangan kita tak akan berhenti hanya karena di hapus dari Facebook.
Kita berjuang disini demi Tegaknya Kalimatullah, demi tegaknya Syariat Islam di bumi Allah, pada khususnya Indonesia, Allahu Akbar…

http://www.facebook.com/profile.php?id=1264471288#/group.php?gid=96862673027&ref=ts

KAMI DATANG KEMBALI…WAHAI KAUM KAUM TERLAKNAT..HAPUSLAH KAMI KEMBALI…MAKA AKAN ADA BERIBU RIBU MUJAHID SIAP MEMBUAT GROUP BARU…HANCURKAN FACEBOOK BUATAN YAHUDI INI..UPLOAD FOTO DAN VIDEO SEBANYAK BANYAKNYA..ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR…ALLAHU AKBAR…

mi

Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar »

Surat Mubarak untuk Israel Terungkap

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Mei 6, 2009

Petugas Kantor Kepresidenan Israel mempublikasikan penemuan surat dari Presiden Mesir, Husni Mubarak kepada Simon Peres beberapa waktu lalu (30/4). Lebih lanjut pihak kepresidenan menjelaskan, surat tersebut berisikan ucapan selamat Mubarak atas kemerdekaan Israel yang ke-61. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Konspirasi Laknatullah | 2 Komentar »

Flu Babi Membuat Krisis AS Makin Parah

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Mei 6, 2009

Krisis ekonomi belum berakhir, bahkan bisa dibilang baru saja mulai, AS sudah harus menghadapi krisis yang lainnya: flu babi. Ketakutan bermunculan di sana-sini di seantero negeri. Sementara travel warning untuk berpergian ke AS pun dikeluarkan berbagai negara-negara, suatu kondisi yang tentu saja dalam sekejap melemahkan pendapatan AS dalam sektor devisa dan turisme. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tanda kehancuran Amerika | Leave a Comment »

Facebook adalah ladang Jihad

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada April 30, 2009

Assalamualaikum….

Begitu pesannya kemajuan dunia IT saat ini, salah satu contoh adalah jejaring seperti facebook, jika umat muslim tidak cepat cepat menyikapi maka sudah tentu kita akan kalah bersaing dalam berdakwah. Sudah kita ketahui bersama facebook adalah kepunyaan Yahudi Laknatullah dan hasil keuntungannya adalah membiayai perang. Untuk itu umat muslim harus bisa mengcounter propaganda Yahudi ini..Ana menyarankan untuk bergabung dalam group MUJAHID INDONESIA linknya   http://www.facebook.com/home.php?ref=home#/group.php?gid=54224301439

Ramaikan group ini, Insya Allah jika umat muslim bersatu Yahudi akan bersembunyi di pohon Gharghad termaktub dalam hadis…

” Belum akan tiba kiamat sehingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi. Kemudian mereka akan diperangi oleh kaum muslimin sehingga batu dan pohon sampai berkata: ‘Hai kaum muslimin, wahai hamba Allah, inilah seorang Yahudi tersembunyi di belakangku, datangilah dan bunuhlah”. (Seluruh alam akan berkata begitu), kecuali pohon Al Gharghad. Sebab, sesungguhnya ia (pohon itu) tergolong pohon (simpatisan) kaum Yahudi” (HR. Bukhari & Muslim)

Klik gambar di bawah ini

mi

Ditulis dalam Jihad | 1 Komentar »

Mossad Terlibat Dalam Serangan 11 September 2001

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Maret 17, 2009

Sebuah artikel yang dimuat di mingguan American Free Press mengungkap keterlibatan agen intelijen Israel, Mossad dalam peristiwa serangan 11 September 2001 di AS. Yang mengejutkan, ketelibatan Mossad dalam serangan Black September itu lewat sepupu salah satu tersangka pelaku serangan 11 September. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Konspirasi Laknatullah | 1 Komentar »

Rebo Wekasan / Shalat tolak bala

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Februari 25, 2009

10 March 2008 | Ahmad Buwaethy Sudah menjadi tradisi di kalangan sebagian umat Islam terutama di masayarakat Islam Jawa merayakan Rebo Wekasan atau Rabu Pungkasan (Yogyakarta) atau Rebo Kasan (Sunda Banten) dengan berbagai cara. Ada yang merayakan dengan cara bersa-besaran, ada yang merayakan secara sederhana dengan membuat makanan yang kemudian dibagikan kepada orang-orang yang hadir, namun diawali dengan tahmid, takbir, Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Adat Istiadat | 3 Komentar »

2009, Tahun Kehancuran AS?

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Februari 24, 2009

Kondisi ekonomi AS, memasuki bulan Februari 2009, semakin morat-marit. Lapangan pekerjaan semakin sempit. Jangankan bertambah, yang ada pun diberhentikan. Pengangguran tak pelak, melesat jumlahnya. Sekarang angka pengangguran di AS meningkat sudah mencapai 7,6 persen dari sebelumnya 7,2 persen pada Desember tahun lalu. Peningkatan angka pengangguran tersebut merupakan level yang tertinggi sejak 1992, atau dalam 16 tahun terakhir. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tanda kehancuran Amerika | Leave a Comment »

Di mana Yahudi Terbesar Di Luar Israel?

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Februari 18, 2009

Di mana orang-orang Yahudi di luar Israel, yang jumlahnya paling banyak? Dan bagaimana dampaknya? Selama ini banyak yang tidak memiliki data dan mengetahui peta demografies orang-orang Yahudi di seluruh dunia.

Dan, nampaknya jumlah keberadaan orang-orang Yahudi itu, jumlah mereka, sebanding lurus dengan pengaruh mereka didalam berbagai bidang kehidupan. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Yahudi | 1 Komentar »

Hanya Dengan kekuasaan Dapat Menegakkan Zionisme

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Februari 12, 2009

Siapa yang memenangkan pemilu di Israel? Apakah sayap kiri-Partai Buruh, sayap-kanan Partai Likud, atau sayap-tengah Partai Kadima? Dan, apa dampak kemenangan kekuatan politik ekstrim kanan yang dipimpin Evigdor Lieberman? Pemilu di Israel, kali ini, menandakan adanya kebangkitan Zionisme, yang sangat rasist, dan anti Arab. Dan, tidak lama lagi, perang akan berkobar di tanah Palestina dan Arab.Sekarang ini tidak penting partai mana yang menjadi pemenang pemilu Israel. Tidak layak diperdebatkan menilai sisi perbedaan dari partai-partai yang ada, Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Konspirasi Laknatullah | Leave a Comment »

Misionaris, Dibalik Rusuh Provinsi Tapanuli

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Februari 12, 2009

Kematian Aziz Angkat, ketua DPRD Sumatra Utara, adalah korban dari pihak yang memiliki kepentingan. Dari urut-urutan kejadiannya, sangat jelas ia menjadi sasaran utama para pengunjuk rasa pembentukan provinsi Tapanuli. Siapa yang diuntungkan ? betulkah ada agenda dari kaum non islam ? Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Konspirasi Laknatullah | 2 Komentar »

Kisah Yesus Tingkatkan Muallaf Spanyol

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Februari 11, 2009

Tiga belas tahun yang lalu Vicente Mota Alfaro adalah salah seorang pemeluk Kristen yang taat yang secara rutin mendatangi kelas Minggu dan membaca Injil setiap harinya.

Namun hari ini, dia tidak hanya seorang Muallaf, namun dia adalah Imam Masjid dari Pusat Kebudayaan Islam Valensia (CCIV).
Selain merupakan Muallaf pertama yang dipersilakan mengimami setiap kali sholat berjamaah, dia juga merupakan anggota Dewan Kepengurusan CCIV sejak 2005. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kisah Mualaf | 12 Komentar »

GERAKAN SALAFI MODERN DI INDONESIA

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Februari 5, 2009

GERAKAN SALAFI MODERN DI INDONESIA
Sebuah Upaya Membedah Akar Pertumbuhan
dan Ide-ide Substansialnya
Oleh :Muhammad Ikhsan*
 
Pengantar
Indonesia nampaknya memang akan selalu menjadi lahan subur lahir dan tumbuhnya berbagai gerakan Islam dengan berbagai ragamnya; baik yang “hanya sekedar” perpanjangan tangan dari gerakan yang sebelumnya telah ada, ataupun yang dapat dikategorikan sebagai gerakan yang benar-benar baru. Dan sejarah pergerakan Islam Indonesia benar-benar telah menjadi saksi mata terhadap kenyataan itu selama beberapa kurun waktu lamanya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Salafush Sholih | 1 Komentar »

Taktik Syaikh Usamah Hancurkan Ekonomi AS (part 1)

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Februari 5, 2009

Sebagai seorang pria yang menghabiskan hidupnya tinggal di gua-gua, Syaikh Usamah tentunya mengetahui Sun Tzu dan dasar-dasar jujitsu. Ungkapan Sun Tzu yang terkenal adalah “kenali dirimu” dan “kenali musuhmu.” Jujitsu adalah sebuah cara untuk menggunakan kekuatan musuh guna mengalahkannya. Seperti yang dilakukan oleh Jack dalam “Jack and the Beanstalk,” yang memanfaatkan ukuran badan si raksasa dan kemarahannya untuk mengalahkannya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tanda kehancuran Amerika | 1 Komentar »

Taktik Syaikh Usamah Hancurkan Ekonomi AS (part 2)

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Februari 5, 2009

Semua kehancuran yang terjadi di Amerika terjadi karena perang, berikut beberapa contohnya:  
Pertama, membiayai perang dengan hutang adalah hal yang sangat ampuh menghancurkan perekonomian Amerika. Tidak ada yang tahu seberapa besar hutang Amerika, namun yang jelas penyelenggaraan perang membuat hutang nasional Amerika berlipat ganda dari yang 5 triliun dolar menjadi 10 triliun Dolar Amerika, dan beberapa triliun lagi yang sekarang sedang akan dipinjam oleh Amerika. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tanda kehancuran Amerika | Leave a Comment »

Alat Canggih Bagi Sniper

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Februari 5, 2009

Kejanggihan IT ternyata dapat juga diaplikasikan pada persenjataan tempur lapangan, terutama bagi para sniper.

Seperti dilansir Telegraph, Rabu (21/1/2009) Runaway App mengembangkan sebuah peranti lunak yang dapat membantu para penembak jitu agar lebih tepat dalam membidik sasaran tembaknya. Aplikasi bernama BulletFlight itu diperuntukkan khusus bagi para pengguna iPhone.

BulletFlight memang bukan aplikasi pertama yang dapat membantu sniper mengukur sasaran tembak. Sebelumnya, iPhone dan iPod memiliki aplikasi serupa bernama, iSnipe.

Software yang dibanderol seharga 6,99 poundsterling itu dapat diunduh langsung dari iTunes store. Lewat iPhone para penembak jitu dapat mengukur kondisi angin dan jarak target� di area tempatnya menembak.

Setelah mengetahui kondisi angin dan lingkungan sekitarnya, penembak dapat menyesuaikan dengan jenis peluru yang digunakan untuk mendapat tembakan maksimal.

“Apa yang kami berikan adalah suatu solusi yang Anda butuhkan untuk melakukan tembakan,” tulis Runaway App dalam halaman iTunes Store. Saat ini, BulletFlight dapat mendukung tiga senjata yakni M110 semi otomatis, KAC PDW dan 14,5 inchi SR16, selain itu pengguna dapat menambahkan tipe senjata jenis lain.

“Kalkulasi kondisi sekitar didasarkan pada peluru model Sierra Bullet,” tulis Runaway App. (rmd/okz)

Ditulis dalam Teknologi | Leave a Comment »

Bunuh Diri Tentara AS Tertitinggi dalam Tiga Dekade

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Januari 30, 2009

Jumlah tentara Amerika yang bunuh diri memecahkan rekor tahun 2008. Banyak tentara stres berat saat bertugas di medan perang  

Hidayatullah.com—Angka bunuh diri di kalangan tentara Amerika mencapai tingkatnya paling tinggi selama tiga dasawarsa pada tahun 2008. Untuk pertama kalinya, sudah melebihi rata-rata angka nasional, kata pejabat Amerika kemarin.  Tercatat 143 orang prajurit melakukan bunuh diri. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya dimana ada 115 prajurit AS yang mengakhiri hidupnya. Demikian kutip AFP berdasarkan rilis dari AD AS, Kamis (29/1/2009). Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Tanda kehancuran Amerika | Leave a Comment »

Kebesaran Allah pada Tragedi Gaza

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Januari 29, 2009

Sejak dulu hingga saat ini, ketika Israel tengah melakukan aksi kejahatan kemanusiaan atau aksi kejahatan lainnya (misal pembangunan terowongan di bawah Masjid Al Aqsha), maka dengan serentak, Israel menerapkan penguasaan media dengan content  yang seragam. Sebagai contoh ketika Israel membombardir Lebanon di musim panas tahun 2006 lalu, para model yang berkebangsaan Israel dengan berbikini ria membanjiri semua halaman majalah di AS. Mantan Miss Israel, Gal Gadot mengaku diminta langsung oleh konsulat Israel di New York untuk memperlihatkan tubuhnya tanpa sehelai benang pun sebagai bagian dari strategi pengalihan publik atas makar yang sedang dilakukan Israel. Demikian dilaporkan oleh New York Post, Juni 2007. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Palestina | 2 Komentar »

Steven Krauss: Dari Pencak Silat Menuju Islam

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Januari 29, 2009

Abdul Latif Abdullah, adalah seorang Amerika pemeluk agama Kristen Protestan sebelum memeluk Islam. Namanya yang sekarang adalah nama Islam yang ia pilih setelah mengucapkan dua kalimat syahadat pada tanggal 30 Juli 1999, sebelumnya ia bernama Steven Krauss. Ketertarikan Krauss pada Islam dimulai ketika ia masih menjadi mahasiswa di sebuah universitas di New York City pada tahun 1998. Ketika itu, ia bukanlah seorang pemeluk Kristen yang taat. Menurutnya, agama Kristen Protestan yang ia peluk sudah tidak relevan lagi dengan jaman sekarang. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Kisah Mualaf | 1 Komentar »

Pemimpin Satria Piningit Mengaku Jadi Tuhan

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Januari 29, 2009

JAKARTA (Arrahmah.com) – Akhir-akhir ini, kembali muncul sebuah aliran sesat di Indonesia, yang memiliki markas di daerah Pasar Minggu.  Aliran ini selain sesat, juga mengajarkan perilaku tak bermoral kepada penganutnya, seperti bertukar pasangan setiap malam jum’at. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Waspadalah | 1 Komentar »

“Anjing-Anjing Yahudi Dikerahkan”

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Januari 28, 2009

Tak puas membantai,  Zionis mengirim anjing-anjingnya untuk melahap jenazah warga Gaza. Baca Catatan Akhir Pekan [CAP] Adian Husaini ke-254

Oleh: Adian Husaini *

Mungkin kita memang sudah kehabisan kata-kata untuk melukiskan kebiadaban kaum Yahudi Israel. Hari demi hari, mereka bukan menghentikan invasi dan kebiadabannya di Jalur Gaza, tetapi bahkan semakin bertambah brutal. Kaum Yahudi itu tidak peduli bahwa yang menjadi korban serangan mereka adalah ribuan wanita dan anak-anak. Raungan dan jerit tangis anak-anak Palestina yang tercabik-cabik tubuhnya oleh peluru dan rudal Israel tak meluluhkan hati kaum Zionis ini untuk menghentikan kebiadabannya. Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Yahudi | Leave a Comment »

Diproteksi: Exclusive Interview: Al Qaidah Berbicara tentang serangan yang akan Dilancarkan

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Januari 28, 2009

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:


Ditulis dalam Jihad | Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar

“Surat dari Gaza”

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Januari 28, 2009

Surat langsung dari seorang Ibu dari Jalur Gaza yang dua minggu lalu sempat diwawancarai oleh Islam Channel – UK  

Hidayatullah.com–Ketika beliau diwawancarai, saudara kita yang bernama Ummu Taqi ini harus menyabung nyawanya karena bom sewaktu-waktu bisa meluluh lantakkan rumahnya. Minggu yang lalu (17 Januari 2009) surat dari beliau juga dibacakan didepan para demonstran di Marble Arch, London dan pada malam harinya dibacakan kembali dalam sebuah show yang berjudul Muslimah Dilemma di Islam Channel ((www.islamchannel.tv) Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam Palestina | Leave a Comment »

Suara-Suara “Israel” di Indonesia [1]

Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Januari 27, 2009

Pembantaian Israel di Gaza membuat banyak orang berpendapat. Bahkan ada pula “suara Israel” di Indonesia.

Meski umumnya kaum Muslim –bahkan seluruh agama–di dunia mengecam tindakan pembantaian kemanusiaan Zionis-Israel, tapi tak sedikit orang (bahkan kaum Muslim sendiri) yang perpendapat seolah “mewakili” suara Israel.
Baca entri selengkapnya »

Ditulis dalam JIL | 3 Komentar »