Nama saya Bisara Mahmud Sianturi, kelahiran Tapanuli Utara. Keluarga saya pemeluk Kristen yang taat. Ayah saya, Mangantar Sianturi, bekerja sebagai mandor di perkebunan kelapa sawit, Jambi. lbu saya, Delima Boruhombing, seorang ibu rumah tangga biasa. Saya sulung dari lima bersaudara, satu laid-laki dan tiga perempuan. Baca entri selengkapnya »
Arsip untuk Oktober 7th, 2008
Bisara Mahmud Sianturi : Masuk Islam Melalui Perbandingan Agama
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Gold Fret : Mendengar Bacaan Al-Qur’an
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
AYAH saya seorang pastor atau pendeta dalam agama Kristen Katolik. Beliau mengajarkan Alkitab (Injil) pada saya sejak saya masih kecil dengan harapan agar saya menjadi penerus cita-citanya di kemudian hari. Saya belajar Alkitab pasal demi pasal dan ayat demi ayat dengan seksama. Berkat bimbingannya, saya betul-betul memahami kandungan dan tafsiran Alkitab. Sejak saya berumur empat belas tahun, saya diberi kepercayaan berceramah di gereja pada setiap hari Minggu dan hari-hari keagamaan Kristen lainnya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Dr. Antonius S Kumanireng : Apakah Yesus datang utk menebus dosa-dosa manusia ?
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Nama saya Antonius Sina Kumanireng, kerap disapa Anton Sina. Saya anak kedua dari lima bersaudara yang lahir di tengah-tengah keluarga penganut Kristen Katolik yang masih sangat ketat mengamalkan ajaran agama. Ayah saya, Kumanireng, salah seorang pastor sekaligus anggota DPRD Tk. II Kab. Ende, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tempat kelahiran saya mayoritas penduduknya beragama Kristen, termasuk seluruh keluarga saya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Bernard Nababan : Ragu pada isi Alkitab
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Pengantar : Menjadi seorang pendeta adalah harapan kedua orang tuanya. Namun, kehendak Allah SWT mengantarkan Bernard Nababan pada kebenaran Islam. Bahkan, ia akhirnya menjadi juru dakwah dalam agama Islam. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Okto Rahmat Tobing : Menemukan Istri sedang Shalat
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Nama saya Okto Rahmat Tobing, lahir di Tanjung Pinang, Riau, dari keluarga Kristen Protestan. Ayah saya salah satu pengurus gereja di HKBP Tanjung Pinang atau lebih dikenal dengan Situa HKBP Sebagai keluarga yang fanatik terhadap agama, saya diharuskan aktif mengikuti kegiatan gereja. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Ki Mantep Sudharsono : Sudah Mantap dalam Islam
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Nama Ki Manteb agaknya identik dengan penampilannya yang mantap dalam memainkan wayang kulit. Ia termasuk dalang yang digandrungi dan laris. Jadwal pentasnya padat. Berikut ini kisah perjalanan spiritulanya dalam mencari kebahagiaan yang hakiki. Terus terang, saya mendapatkan dorongan untuk masuk Islam dari Gatot Tetuki, anak saya yang kedua dari istri kedua. Dahulu saya beragama Budha. Sebelumnya saya tidak mau masuk Islam, karena menurut saya agama itu berat. Saya tidak mau ikut-ikutan. Apakah untuk menjadi seorang muslim itu harus keturunan ? Menurut saya, menjadi muslim itu harus diusahakan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
G.M. Sudarta : Kembali kepada Keagungan Islam
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Nama saya Geradus Mayela Sudarta, biasa disingkat G.M. Sudarta. Saya lahir pada hari Rabu Kliwon di Desa Kauman, Klaten, Jawa Tengah tepatnya pada 20 February 1948. Saya putra bungsu dari pasangan Hardjowidjoyo dan Sumirah. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Liem Tjeng Lie : Mengembalikan Keranda ke Masjid
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Jip Hengky Jana P, M.B.A. : Sulit Memahami Doktrin Trinitas
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Meski dilahirkan sebagai keturunan Tionghoa yang secara turun-temurun menganut agama Budha, tetapi saya tidak mendalami ajaran agama nenek moyang kami itu. Saya justru lebih paham ajaran gereja. Hal ini bisa dimaklumi, karena masyarakat keturunan Tionghoa sekarang lebih banyak yang meninggalkan agama nenek moyangnya, dan lebih memilih agama Kristen sebagai pegangan hidupnya. Alasannya, karena agama Kristen dianggap lebih ringan pelaksanaan ibadahnya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Willibrordus Romanus Lasiman : Apa Agama Yesus?
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Yahya Yopie dan Keluarganya, Mantan Pendeta Yang Memeluk Islam
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
WS Rendra : air zamzam pun rasanya seperti Minuman Chevas Regal
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Memperingati 7 Dasawarsa WS Rendra: 7 November 1935
Pengantar : Kamis malam, 8 November 1991, TIM (Taman Ismail Marzuki) kembali berguncang. Tetapi, itu bukan karena ulah Rendra yang biasa membaca puisi “panas” yang sarat dengan kritik sosial. Persoalannya justru timbal karena pihak berwajib (Polda Metro Jaya) tidak mengizinkan sang Penyair kondang ini rnembacakan dua buah puisinya yang berjudul Demi Orang-orang Rangkas Bitung dan Doa Seorang Pemuda Rangkas Bitung di Rotterdam. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Situa Ojak Hutagaol (H. Abd. Razak H.) : Menemukan Kebenaran dalam Islam
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Saya, ketika itu, begitu bangga menjadi umat kristiani. Bahkan, saya sering mengejek umat Islam dengan kata-kata kotor. Bagi saya waktu itu, Islam tak lebih sebagai agamanya orang-orang miskin yang kotor dan menjijikkan. Tapi, setelah saya mengenal Islam lebih jauh dan mulai bersahabat dengan orang Islam, baru saya mengerti bahwa Islam adalah agama yang suci. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Abraham David Mandey : Pendeta yang mendapat Hidayah Allah
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Barangkali tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa perjalanan hidupnya merupakan suatu kasus yang langka dan unik. Betapa tidak, Abraham David Mandey yang selama 12 tahun mengabdi di gereja sebagai “Pelayan Firman Tuhan “, istilah lain untuk sebutan pendeta, telah memilih Islam sebagai “jalan hidup” akhir dengan segala risiko dan konsekuensinya. Di samping itu, ia yang juga pernah menjadi perwira TNI-AD dengan pangkat mayor, harus mengikhlaskan diri melepas jabatan, dan memulai karir dari bawah lagi sebagai kepala keamanan di sebuah perusahaan swasta di Jakarta. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Ireni (Ny. Han Hoo Lie): Calon Suster yang Membelot
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Stefanus R Sumangkir (Mantan Pendeta) : Penggeliat Paguyuban Mualaf Tegal
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Rahmat Purnomo mantan pendeta : Ujung Pencarian memperoleh Rahmat Islam
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Ia adalah seorang laki-laki keturunan, sang ayah Holandia dan ibu Indonesia dari Kota Ambon yang terletak di pulau kecil di ujung timur kepulauan Indonesia. Kristen adalah agama yang diwariskan keluarganya dari bapak dan kakeknya. Kakeknya adalah seorang yang punya kedudukan tinggi pada agama kristen yang bermadzhab protestan, bapaknya juga demikian, namun ia bermadzhab Pantikosta. Sedangkan ibunya sebagai pengajar injil untuk kaum wanita, adapun dia sendiri juga punya kedudukan dan sebagai ketua bidang dakwah di sebuah Gereja Bethel Injil Sabino. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Handoko, Mantan Aktivis Gereja : Hidayah itu Datang lewat Mimpi
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga ia mengubah keadaannya sendiri. Itulah yang dialami Handoko. Karena kegigihannya yang kuat untuk mencari kebenaran sejati, akhirnya Allah membukakan pintu hidayah Islam. Berikut penuturannya.
AKU lahir di Surabaya tahun 1974 dengan nama Handoko (34). Meski bukan remaja lagi, aku merasa masih berusia 16 tahun. Baru 16 tahun aku merasa hidup, tepatnya tahun 1991 ketika kalimat syahadat mengalun merdu dari kedua bibirku. Masa-masa mencari kebenaran sejati sangatlah berarti. Terlalu dalam untuk dikisahkan, terlalu indah dikenangkan. Aku tumbuh di lingkungan Nasrani. Aku diangkat sebagai anak oleh donatur gereja. Semasa kecil aku begitu penurut, rajin ke gereja dan mengkaji Injil. Seiring berjalannya waktu aku tumbuh menjadi remaja yang kritis. Kecerdasan otakku membuatku mengugat agama turunan yang telah diwariskan kepadaku. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Kisah Islamnya Syeikh Yusuf Estes mantan penginjil
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Yusuf Estes lahir tahun 1944 di Ohio, AS. Tahun 1962 hingga 1990 ia bekerja sebagai musisi di gereja, penginjil sekaligus mengelola bisnis alat musik piano dan organ. Awal 1991 ia terlibat bisnis dengan seorang pengusaha Muslim asal Mesir bernama Muhammad Abd Rahim. Awalnya ia bermaksud meng-Kristenkan pria Mesir itu. Namun akhirnya ia justru memeluk Islam diikuti oleh istri, anak-anak, ayah serta mertuanya. Ia menguasai bahasa Arab secara aktif, demikian juga ilmu Al-Quran selepas belajar di Mesir, Maroko dan Turki. Sejak 2006, Yusuf Estes secara regular tampil di PeaceTV, Huda TV, demikian pula IslamChannel yang bermarkas di Inggris. Ia juga muncul dalam serial televisi Islam untuk anak-anak bertajuk “Qasas Ul Anbiya” yang bercerita tentang kisah-kisah para Nabi. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
I Kadek Hendrawan : Al-Qur’an membuat saya berubah
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
ISLAM ternyata bukan seperti agama yang saya bayang kan, tapi Islam benar benar memberi ketenangan jiwa yang tidak pernah saya temukan sebelumnya. Islam juga mempunyai toleransi yang tidak pula saya temukan sebelumnya. Islam mempunyai toleransi yang besar terhadap sesama umat manusia dan rasa sosial yang tinggi, yang kadang kubanding bandingkan dengan agama lain. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Han Hwie Khing : Dikucilkan dari Keluarga
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Saya dilahirkan tahun 1941 sebagai anak pertama dari empat bersaudara di Kel. Kepanjen, Kec. Kota Sumenep, Madura. Sebagai WNI keturunan, saya dan orang tua menganut agama Budha, meski warga Madura terkenal sebagai masyarakat yang memiliki tradisi keislaman yang cukup kental, namun kami sama sekali tidak terganggu karenanya, karena Islam sangat memahami dan menghormati perbedaan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Jeni Suhardani : Suara Takbir Memberikan Ketenangan Jiwa
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Nama baptis saya, Maria Magdalena Jeni Suhardani, berasal dari keluarga Kristen Katolik yang kental. Saya lahir di Malang (Jawa Timur), 28 Juli 1964. Ayah dan ibu saya pengurus gereja yang cukup disegani di daerah itu. Maka, tak heran pendidikan agama merupakan prioritas utama bagi saya. Bayangkan, dari TK hingga SMA, selalu di lembaga pendidikan Katolik, sehingga pengetahuan dan keyakinan saya mengenai agama Katolik, tidak diragukan lagi. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Ng Gek Hua, M.B.A. : Dengan Islam Hidup Saya Lebih Damai
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
MESKI bukan suatu keharusan, tetapi sudah menjadi kebiasaan apabila masyarakat keturuian Tionghoa di daerah kelahiran saya menganut agama Budha, agama tradisi keluarga yang diajarkan nenek movang kami sacara turun temurun. Saya dilahirkan di Tanjung Pura, Kecamatan Langkat, Sumatra Utara, 8 April 1956, nama kecil saya Ng Gek Hua. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
H. Burhan Napitupulu : Cinta mendorongnya masuk Islam
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Cinta itu buta, kata orang. Tapi buat Burhan Napitupulu, karena cinta, hidup menjadi sebuah pilihan. Karena cinta pula, keyakinan lamanya terguncang hingga cintanya pada Islam mengalahkan segala-galanya. Bukankah ini skenario Tuhan juga? Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Wijaya Alex A Hai : Kutemukan Kedamaian dalam Islam
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Lim Pek Kwa : Aku menerima Islam berkat doa seorang kiai
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Tidak pernah saya sangka kalau pada akhirnya jalan Islamlah yang menjadi pilihan saat usia saya menjelang senja, seperti sekarang ini. Padahal, sejak usia muda, saya telah cukup mengenal kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam agama Islam, karena saya telah lama bekerja pada majikan yang beragama Islam. Selama bekerja sebagai penjaga keamanan (centeng) itulah saya tahu kalau setiap hari orang Islam harus bangun pagi hari untuk melaksanakan shalat subuh. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Ya Fat Ham : Mimpi Mendengar Suara Azan
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Saya WNI keturunan Cina. Sejak kecil saya beragama Konghucu, karena papa dan mama saya juga beragama Konghucu. Tapi saya disekolahkan di yayasan Katolik, karena sekolah Katolik dipandang lebih disiplin dan maju. Kebanyakan orang keturunan Cina bersekolah di sekolah swasta milik yayasan Katolik. Selain itu, saya juga dipanggilkan guru les privat khusus untuk baca-tulis huruf Cina. Sehingga, sampai sekarang saya dapat membaca dan menulis huruf Cina. Bahkan, saya pun berlangganan majalah dan koran berbahasa Cina. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Hakman Tumanggor Simbolon : Kembali ke jalan yang Benar
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Saya dilahirkan pada 16 Juli 1958 sebagai anak keenam dari delapan bersaudara di desa Aeksidung, Kec. Pakkat, Kab. Tapanuli Utara, Sumatra Utara. Nama lengkap saya Hakman Tumanggor Simbolon, Agama asli saya sebenarnya Islam, Ayah saya juga muslim, sedangkan ibu, memang Kristen Protestan. Namun, sejak kelas 3 SD, saya pindah ke agama Kristen Protestan, hal ini disebabkan oleh kuatnya pengaruh lingkungan yang mengelilingi saya. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Sinarto T.S.(Liem Tjong Sien) : Islam sesungguhnya
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »
Siti Sarah (Hot Kim Non) : Karena Mimpi dan Bisikan Hati
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Oktober 7, 2008
Ditulis dalam Kisah Mualaf | Leave a Comment »

