10 March 2008 | Ahmad Buwaethy Sudah menjadi tradisi di kalangan sebagian umat Islam terutama di masayarakat Islam Jawa merayakan Rebo Wekasan atau Rabu Pungkasan (Yogyakarta) atau Rebo Kasan (Sunda Banten) dengan berbagai cara. Ada yang merayakan dengan cara bersa-besaran, ada yang merayakan secara sederhana dengan membuat makanan yang kemudian dibagikan kepada orang-orang yang hadir, namun diawali dengan tahmid, takbir, Baca entri selengkapnya »
Arsip untuk ‘Adat Istiadat’ Kategori
Rebo Wekasan / Shalat tolak bala
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Februari 25, 2009
Ditulis dalam Adat Istiadat | 3 Komentar »
Perayaan Hari Kelahiran Nabi [Maulid Nabi]
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Januari 5, 2009
Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin
Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin : Apa hukum perayaan hari kelahiran Nabi?
Jawaban
Pertama: Malam kelahiran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak diketahui secara pasti, tapi sebagian ulama kontemporer memastikan bahwa itu pada malam kesembilan Rabi’ul Awal, bukan malam kedua belasnya. Kalau demikian, perayaan pada malam kedua belas tidak benar menurut sejarah. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Adat Istiadat | Leave a Comment »
HUKUM MERAYAKAN MALAM ISRA’ MI’RAJ
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Januari 5, 2009
Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya. Amma ba’du,
Tidak diragukan lagi bahwa isra’ mi’raj termasuk tanda-tanda kebesaran Allah yang menunjukkan kebenaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan keagungan kedudukan beliau di sisiNya, juga menujukkan kekuasaan Allah yang Mahaagung dan ketinggianNya di atas semua makhlukNya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Adat Istiadat | Leave a Comment »
Bolehkah Seorang Muslim Mengucapkan Selamat Natal?
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Januari 5, 2009
Alhamdulillahi robbil ‘alamin, wa shalaatu wa salaamu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.
Sudah sering kita mendengar ucapan semacam ini menjelang perayaan Natal yang dilaksanakan oleh orang Nashrani. Mengenai dibolehkannya mengucapkan selamat natal ataukah tidak kepada orang Nashrani, sebagian kaum muslimin masih kabur mengenai hal ini. Sebagian di antara mereka dikaburkan oleh pemikiran sebagian orang yang dikatakan pintar (baca: cendekiawan), sehingga mereka menganggap bahwa mengucapkan selamat natal kepada orang Nashrani tidaklah mengapa (alias ‘boleh-boleh saja’). Bahkan sebagian orang pintar tadi mengatakan bahwa hal ini diperintahkan atau dianjurkan. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Adat Istiadat | Leave a Comment »
TAHLILAN DALAM TIMBANGAN ISLAM
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Januari 5, 2009
Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al Qur’an dan mengutus Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai penjelas dan pembimbing untuk memahami Al Qur’an tersebut sehingga menjadi petunjuk bagi umat manusia. Semoga Allah subhanahu wata’ala mencurahkan hidayah dan inayah-Nya kepada kita semua, sehingga dapat membuka mata hati kita untuk senantiasa menerima kebenaran hakiki. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Adat Istiadat | 1 Komentar »
Haram Mengadakan Safar selain ke Tiga Masjid dan Sikap Ibnu Taimiyah dalam Hal Ini
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Januari 5, 2009
| Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali | |
| Tuesday, 09 September 2008 | |
| Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri r.a, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak boleh melakukan perjalanan ibadah (rihal), kecuali ke salah satu dari tiga masjid berikut, Masjidil Haram: Masjidil Aqsha, dan masjidku,” (HR Bukhari [1197] dan Muslim [827], [415]).
Diriwayatkan dari Bashrah bin Abi Bashrah r.a, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Janganlah suatu perjalanan (ibadah) disiapkan kecuali ke salah satu dari tiga masjid, yaitu: Masjidil haram, masjidku ini dan Masjidil Aqsha’.” (Shahih, HR Ibnu Hibban [2772] dan Malik [I/108-110]). Baca entri selengkapnya » |
Ditulis dalam Adat Istiadat | Leave a Comment »
Hukum Merayakan Tahun Baru Masehi
Ditulis oleh alqurandansunnah di/pada Januari 5, 2009
Sebelum membahas lebih lanjut sekedar informasi supaya kita sebagai muslim bisa berhati-hati sebelum melakukan perbuatan. Sebab, berdasarkan kaidah fiqih dalam ajaran agama Islam, bahwa hukum asal suatu perbuatan adalah terikat dengan hukum syara (sayriat Islam). Itu sebabnya, sebelum melakukan suatu perbuatan kita harus tahu apakah perbuatan tersebut dihukumi sebagai perbuatan yang dibolehkan, diwajibkan, disunnahkan, diharamkan atau dihukumi sebagai makruh. Lalu apa hukumnya merayakan tahun baru masehi bagi seorang Muslim? Jawaban singkatnya adalah SSTBAH alias sangat sangat tidak boleh alias haram. TITIK. Baca entri selengkapnya »
Ditulis dalam Adat Istiadat | 1 Komentar »

